Angka
inflasi kabupaten jember untuk bulan januari 2013 mencapai 1,17 persen. Angka
ini naik jika dibandingkan bulan sebelumnya, dimana bulan desember lalu hanya 0,78
persen dan Kabupaten Jember menjadi kabupaten tertinggi untuk pencapaian angka inflasi di Jawa Timur untuk bulan ini.
Deputi bidang ekonomi moneter Bank Indonesia wilayah kerja Jember, Dwi Suslamanto mengatakan, meningkatnya angka inflasi di Jember sama dengan peningkatan di kawasan lainnya. Karena pada bulan Januari lalu kebutuhan masyarakat banyak yang meningkat, karena adanya perayaan islam Maulid Nabi Muhammad SAW.
Deputi bidang ekonomi moneter Bank Indonesia wilayah kerja Jember, Dwi Suslamanto mengatakan, meningkatnya angka inflasi di Jember sama dengan peningkatan di kawasan lainnya. Karena pada bulan Januari lalu kebutuhan masyarakat banyak yang meningkat, karena adanya perayaan islam Maulid Nabi Muhammad SAW.
Beberapa faktor yang menjadi penyebab tingginya inflasi Jember bulan Januari adalah naiknya harga cabai. Harga cabai naik dikarenakan faktor cuaca yang menyebabkan banyak hasil tanaman yang rusak, sehingga stok berkurang, sementara permintaan meningkat. Padahal, banyak masyarakat yang membutuhkan cabai untuk berbagai kebutuhan saat itu.
Selain itu, kata Dwi juga dipicu karena harga telur ayam ras yang juga naik, harga daging sapi yang belum kembali turun, dan juga harga kebutuhan komoditas sayuran seperti tomat sayuran yang juga masih tinggi.
Penyebab lainnya juga karena tingginya tarif pendidikan. Bulan Januari banyak mahasiswa yang sudah melakukan transaksi pembayaran uang spp dan juga membeli beberapa kebutuhan untuk belajar. Tingginya angka konsumerisme mahasiswa yang melakukan pembayaran spp juga semakin memicu terjadinya inflasi di Jember.
Untuk bulan Februari, Dwi memprediksi angka inflasi akan menurun meskipun ada perayaan imlek, karena merupakan masyarakat minoritas, maka tidak akan mempengaruhi angka inflasi di Jember. WK
Tidak ada komentar:
Posting Komentar