Menjelang perayaan Imlek,
omset penjual pernak - pernik Imlek di Jember meningkat sampai 10 kali lipat
dibandingkan hari biasa.
Salah satu penjual
kebutuhan perayaan Imlek di Klenteng Pay Lien San yang berada di Desa Glagah
Wero, Kecamatan Panti, Hasan Basri mengatakan, untuk perayaan Imlek yang akan
berlangsung tanggal 10 Februari mendatang, warga Tionghoa banyak memburu dupa
atau hiu, lilin merah, kertas denkong, dan minyak goreng untuk minyak kembang.
Biasanya dalam sehari
warga yang membeli dupa dan lilin tidak sebanyak saat ini. Dalam sebulan Hasan mengaku omset yang diperoleh antara 5 sampai 7 juta rupiah. Namun
selama sepekan ini dengan permintaan yang meningkat, diperkirakan omsetnya
bisa mencapai 10 kali lipat dari biasanya.
Harga lilin merah yang
dijual bermacam-macam, mulai dari 30 ribu sampai 3 juta 500 ribu rupiah. Namun
kata Hasan, warga Tionghoa banyak memburu lilin merah dengan harga antara 30
ribu sampai 250 ribu per kotaknya. Sementara untuk dupa atau hiu dijual dengan
harga yang bervariasi pula, mulai dari 10 ribu, 15 ribu, 35 ribu, 60 ribu, dan
juga 120 ribu rupiah per kemasan, tergantung banyaknya batang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar